Informasi Dan Maklumat

Sertifikasi CDOB
Sistem Informasi Sertifikasi CDOB
Maklumat Ka. BPOM
Maklumat Pelayanan Kepala Badan POM
Maklumat Dir.
Maklumat Pelayanan Dir. Wasdistyan ONPP
Alur Sertifikasi
Video Alur Sertifikasi CDOB
Menuju WBBM
Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.
Nilai SKM
Survey Kepuasan Masyarakat.
TTE Sertifikat
Tanda Tangan Elektronik Sertifikat CDOB.
Status Wajib Pajak
Konfirmasi Status Wajib Pajak


1. Lakukan registrasi pada menu registrasi dan pilih "Petugas" untuk petugas BPOM atau pilih "PBF" untuk PBF.
2. Untuk PBF, input Nomor Induk Berusaha (NIB), data akan tertarik dari OSS.
3. Lengkapi data kemudian mengisi data yang lainnya hingga lengkap
4. Tekan kirim untuk mengirimkan data ke BPOM
5. Verifikasi akun oleh BPOM akan dilakukan maksimal 5 HK

Aplikasi esertifikasi CDOB telah terintegrasi dengan OSS. Data NIB diperoleh dari aplikasi OSS. NIB pelaku usaha akan tertarik oleh aplikasi esertifikasi CDOB jika KBLI pelaku usaha merupakan KBLI Pedagang Besar Farmasi (46492) dan pelaku usaha telah memilih/mencentang Sertifikat CDOB pada komitmen izin operasional/komersial di aplikasi OSS.
Jika NIB tidak ditemukan, silahkan cek kembali KBLI dan komitmen izin operasional/komitmen pada OSS.

PBF tidak dapat login dikarenakan 2 hal, yaitu:
1. registrasi akun belum disetujui oleh admin, atau
2. username dan password tidak sesuai

Jika lupa username, dapat menanyakan kepada admin melalui live chat. Jika lupa password, silahkan menekan lupa password pada menu login. Informasi reset password akan terkirim ke email yang terdaftar.

9 dokumen yang menjadi persyaratan kelengkapan Sertifikasi CDOB:
1. NIB dan Sertifikat Distribusi Farmasi/Cabang
2. Legalitas Apoteker Penanggung Jawab (STRA/SIPA)
3. Denah lokasi dan layout bangunan
4. Daftar produk yang didistribusikan/rencana produk yang akan didistribusikan untuk PBF baru
5. Struktur organisasi
6. Daftar personalia dan uraian kerja (sebagai contoh untuk APJ)
7. Daftar peralatan/perlengkapan
8. Quality management system (daftar SOP dan kebijakan/manual mutu)
9. Dokumen self assessment/inspeksi diri (surat penunjukkan, pelaksanaan dan CAPA self assessment/inspeksi diri)

Format self assessment dapat menggunakan format pada web sertifikasicdob.pom.go.id - Menu Informasi - Daftar Periksa Sertifikasi CDOB (self assessment)

1. Membuat akun di aplikasi esertifikasi CDOB (sertifikasicdob.pom.go.id)
2. Mengajukan permohonan Sertifikasi CDOB melalui modul permohonan dengan melengkapi dokumen persyaratan
3. Badan POM akan mengevaluasi dokumen (timeline 15 HK)
a. Jika dinyatakan lengkap, akan diterbitkan Surat Perintah Bayar (SPB)
b. Jika dinyatakan tidak lengkap, PBF harus melengkapi dengan timeline 20 HK
4. PBF melakukan pembayaran atas SPB yang diterbitkan paling lama 7 hari kalender. Jika melebihi tanggal yang ditentukan, SPB akan kadaluarsa dan permohonan ditolak sehingga PBF harus mengajukan ulang permohonan.
5. Setelah PBF melunasi SPB, BPOM akan melakukan pemeriksaan ke sarana (timeline 20 HK).
a. Jika hasil pemeriksaan sesuai, PBF direkomendasikan untuk mendapatkan sertifikat CDOB
b. Jika hasil pemeriksaan terdapat ketidaksesuaian, BPOM akan menginput temuan di aplikasi sebagai permintaan Corrective Action Preventive Action (CAPA) bagi PBF
6. PBF menyampaikan CAPA ke-1 paling lama 30 HK dan CAPA selanjutnya diberikan waktu hingga 1 tahun
7. BPOM akan mengevaluasi CAPA (timeline 30 HK).
8. Jika hasil pemeriksaan dan evaluasi CAPA dinyatakan sesuai, dalam waktu paling lama 4 HK akan diterbitkan Sertifikat CDOB
9. Sertifikat CDOB berupa dokumen digital dengan tanda tangan elektronik. Dokumen dapat diunduh pada akun PBF di aplikasi esertifikasi CDOB.

Timeline penerbitan Sertifikat CDOB 4 Hari Kerja. Sertifikat CDOB berupa dokumen digital dengan tanda tangan elektronik. Dokumen dapat diunduh pada akun PBF di aplikasi esertifikasi CDOB.

SPB ditetapkan kadaluarsa jika telah melebihi batas waktu pembayaran atas SPB yang diterbitkan. Jika SPB kadaluarsa, permohonan sertifikasi CDOB ditolak dan PBF harus mengajukan ulang permohonan sertifikasi CDOB dengan melampirkan 9 dokumen yang dipersyaratkan.

Aplikasi esertifikasi CDOB telah terintegrasi dengan aplikasi SIMPONI (Kementerian Keuangan) melalui e-payment BPOM sebagai gateway. Penerbitan SPB oleh BPOM dan pembayaran SPB oleh PBF secara otomatis datanya akan terkirim antar aplikasi tersebut sehingga PBF tidak perlu menyampaikan bukti pembayaran SPB kepada BPOM.

Badan POM akan mengevaluasi dokumen permohonan sertifikasi CDOB dan menerbitkan Surat Perintah Bayar dalam waktu paling lama 15 HK terhitung sejak tanggal permohonan dikirim ke BPOM.

Setelah PBF melunasi SPB, BPOM akan melakukan pemeriksaan ke sarana (timeline 20 HK).
a. Jika hasil pemeriksaan sesuai, PBF direkomendasikan untuk mendapatkan sertifikat CDOB
b. Jika hasil pemeriksaan terdapat ketidaksesuaian, BPOM akan menginput temuan di aplikasi sebagai permintaan Corrective Action Preventive Action (CAPA) bagi PBF

Pada Folder "Sertifikat" pilih sertifikat yang dimaksud, kemudian tekan "proses" lalu akan muncul Sertifikat CDOB dalam bentuk PDF. File dapat diunduh atau langsung dicetak.

1. Pada akun PBF, folder permintaan CAPA, pilih permohonan yang dimaksud untuk diproses.
2. Kemudian akan tampil daftar-daftar temuan/permintaan CAPA yang harus dilengkapi oleh PBF.
3. Isi root cause, perbaikan dan pencegahan yang dilakukan.
4. Bukti perbaikan CAPA diunggah pada bagian attachment. Max file 5 MB.
5. Setelah dilengkapi, CAPA dapat disimpan menjadi draft atau dikirim langsung ke BPOM

PBF diberikan waktu 30 HK untuk merespon permintaan CAPA pertama. CAPA yang disampaikan tidak harus selesai semua. PBF dapat menyampaikan terlebih dahulu sejumlah CAPA yang telah dianggap selesai, sisanya dapat dikirimkan pada CAPA berikutnya.

Sebagai contoh: Dalam satu permohonan, PBF mendapatkan 30 permintaan CAPA. Dalam waktu 30 HK, PBF dapat menyelesaikan 14 CAPA. 14 CAPA tersebut dikirimkan terlebih dahulu ke BPOM dalam satu kali pengiriman, kemudian BPOM akan mengevaluasi CAPA yang masuk tersebut dengan timeline 30 HK. 16 CAPA yang lain dapat disampaikan setelah BPOM mengevaluasi CAPA pertama dan file permintaan CAPA sudah berada kembali di akun PBF.

Timeline evaluasi CAPA adalah 30 HK

Berdasarkan PP 24 tahun 2018 tentang Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, Sertifikat CDOB merupakan izin operasional/komersial. Dengan kata lain, PBF dapat beroperasional jika telah memiliki Sertifikat CDOB di alamat PBF tersebut.

Sertifikat CDOB mengikat pada alamat PBF. Jika terjadi perubahan pada alamat PBF, terdapat 2 (dua) mekanisme, yaitu:
1. Sertifikasi ulang, jika pindah kantor dan/atau gudang. Pada aplikasi melakukan permohonan dengan jenis "Sertifikasi". Biaya 7 juta. Bisnis proses sama dengan sertifikasi CDOB sebelumnya.
2. Perubahan/addendum sertifikat CDOB, jika menambah gudang. Pada aplikasi melakukan permohonan dengan jenis "Addendum gudang". Biaya 5 juta. Bisnis proses sama dengan sertifikasi CDOB

Berdasarkan PP 24 tahun 2018 tentang Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, Sertifikat CDOB merupakan izin operasional/komersial. Dengan kata lain, PBF dapat beroperasional jika telah memiliki Sertifikat CDOB di alamat PBF tersebut.

Sertifikat CDOB tidak mengikat pada APJ. Jika APJ berganti, Sertifikat CDOB tetap berlaku. Silahkan input perubahan nama APJ di menu edit profile pada akun PBF.

1. PBF yang akan tutup menyampaikan surat penutupan PBF ke Kementerian Kesehatan dan BPOM.
2. Lampirkan Sertifikat CDOB ke BPOM, jika dokumen masih berupa dokumen hardkopi.
3. BPOM akan menerbitkan SK Pencabutan Sertifikat CDOB

Resertifikasi dilakukan 6 (enam) bulan sebelum masa berlaku Sertifikat CDOB habis. Permohonan resertifikasi dilakukan secara online melalui sertifikasicdob.pom.go.id. Pilih jenis "resertifikasi" kemudian akan tampil nomor sertifikat CDOB yang dimiliki oleh PBF. Pilih nomor sertifikat yang akan dilakukan resertifikasi lalu lengkapi dokumen sesuai persyaratan. Bisnis proses dan biaya sama dengan Sertifikasi CDOB

Data PBF yang telah mendapatkan Sertifikat CDOB tersedia pada halaman depan sertifikasicdob.pom.go.id menu "Sertifikat CDOB"


Artikel Berita Dan Kegiatan


Desktop Inspection Selama Pandemi Covid

Selama masa pandemi Covid-19 yang terjadi akhir-akhir ini, Pemerintah menghimbau masyarakat untuk melakukan social distancing dan work from home (WFH) dalam upaya mencegah merebaknya penularan penyakit. Kebijakan WFH ini bukanlah menjadi hambatan untuk tetap memberikan pelayanan publik yang optimal. Untuk itu, dengan memanfaatkan teknologi yang ada, salah satu inovasi yang dilakukan oleh Direktorat Pengawasan Distribusi […]

Kegiatan Pelayanan Prima, Komitmen Ditwas Distribusi dan Pelayanan ONPP dalam Pengawalan Proses Mandatory Sertifikasi CDOB

Kegiatan Pelayanan Prima merupakan kegiatan jemput bola yang dilakukan oleh Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor dengan memberikan Desk Konsultasi kepada PBF yang sedang melakukan proses sertifikasi CDOB. Kegiatan yang dilakukan pada tanggal 1 November 2019 di Gedung F Badan POM dengan melibatkan sekitar 81 PBF di wilayah DKI Jakarta dan […]

Kegiatan Desk CAPA dalam rangka mendorong PBF segera memperoleh Sertifikat CDOB

Direktorat Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Obat, Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif secara berkelanjutan melaksanakan kegiatan Desk CAPA sebagai bukti komitmen dalam melakukan pengawalan terhadap proses percepatan Sertifikasi CDOB. Pada tanggal 21-22 Oktober 2019, bertempat di Hotel Harris Bekasi, sebanyak 40 PBF di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten telah mengikuti kegiatan Desk CAPA. Sesuai […]

Tingkatkan Efektivitas Pengawasan, Badan POM Menggandeng Lintas Sektor untuk Berkolaborasi dalam Pengelolaan Database Sarana Distribusi dan Pelayanan Kefarmasian

Jakarta – Berbeda dengan komoditi lain, obat merupakan salah satu jenis komoditi yang high regulated termasuk sarana yang mengelolanya baik yang memproduksi, mendistribusikan maupun menyerahkan wajib memiliki izin operasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dimana dalam pelaksanaannya melibatkan lintas sektor termasuk Pemerintah Daerah. Obat yang diedarkan juga harus terjamin mutu, khasiat dan keamanannya. Dalam menjalankan […]